Kalkulator Segitiga Eksposur

Hitung ISO, kecepatan rana, atau aperture dari EV adegan lalu bandingkan kombinasi eksposur ekuivalen sambil mempertahankan ISO, rana, atau aperture.

Terakhir diperbarui: 2026/03/29

Kalkulator Segitiga Eksposur

Pilih apakah Anda ingin menghitung kecepatan rana, aperture, atau ISO, lalu gabungkan dengan kecerahan adegan saat ini sebagai acuan EV pada ISO 100 untuk menghitung nilai yang tersisa secara instan. Setelah itu alat ini akan menyarankan beberapa kombinasi eksposur ekuivalen berdasarkan prioritas yang ingin Anda pertahankan agar peninjauan eksposur manual dan Auto ISO terasa lebih cepat.

Pilih mode perhitungan
Hitung saat Anda mengetik
Input manual
f/

Contoh: f/1.4, f/2.8, f/5.6, f/8, f/11

Input manual
detik

Masukkan kecepatan rana dalam detik. Misalnya 1/125 detik ditulis 0,008 dan 1/60 detik ditulis 0,0167.

Dihitung otomatis
ISO

Contoh: ISO 100, 200, 400, 800. ISO yang naik dua kali lipat membuat eksposur lebih terang satu stop.

Input manual
EV

Ini adalah acuan terang adegan pada ISO 100. Gunakan sekitar EV 15 untuk siang yang cerah, EV 12 untuk luar ruang mendung, dan EV 8 untuk interior umum.

Preset pemotretan cepat
Tips baca cepat
  • Saat ISO digandakan, Anda dapat memakai rana satu stop lebih cepat atau aperture satu stop lebih sempit pada adegan yang sama.
  • Jika EV adegan ditetapkan lebih dulu, akan lebih mudah menentukan apakah yang perlu diprioritaskan adalah kecepatan rana, aperture, atau ISO.
  • Saran eksposur ekuivalen berguna ketika Anda ingin membandingkan beberapa kombinasi sambil memutuskan apakah ISO, rana, atau aperture sebaiknya tetap dipertahankan.

Masukkan dua nilai yang sudah Anda ketahui bersama EV adegan agar hasil langsung dihitung.

Acuan EV adegan · perhitungan ISO Luar ruang berawan
EV 11,94 · f/5,6 · 1/125 detik → ISO 100
ISO 100
ISO terhitung

Pada EV 11,94, Anda memerlukan ISO 100 untuk memakai f/5,6 dan 1/125 detik. Contoh ini cocok untuk suasana yang cukup terang seperti luar ruang berawan atau area dekat jendela.

ISO = 100 × f² / (t × 2^EV) = 100 × 5.6² / (0.008 × 2^11.94) = 100
Aperture standar terdekat f/5.6 Rana standar terdekat 1/125 detik ISO standar terdekat 100
Aperture
f/5.6
Kecepatan rana
1/125 detik
Sensitivitas ISO
ISO 100
Kecerahan adegan
Luar ruang berawan · EV 11,94
Hitung cepat kompensasi eksposur
±0.3 EV dihitung dengan langkah 1/3 stop seperti di dial kamera

Jika f/5.6 dan 1/125 dtk tetap dipakai, hanya ISO yang berubah ke nilai baru untuk tiap kompensasi.

+0.3 EV 1/3 stop lebih terang
ISO 125
ISO saat ini 100 → ISO 125

Pertahankan aperture f/5.6 · shutter 1/125 dtk

+1 EV 1 stop lebih terang
ISO 200
ISO saat ini 100 → ISO 200

Pertahankan aperture f/5.6 · shutter 1/125 dtk

+2 EV 2 stop lebih terang
ISO 400
ISO saat ini 100 → ISO 400

Pertahankan aperture f/5.6 · shutter 1/125 dtk

-0.3 EV 1/3 stop lebih gelap
ISO 80
ISO saat ini 100 → ISO 80

Pertahankan aperture f/5.6 · shutter 1/125 dtk

-1 EV 1 stop lebih gelap
ISO 50
ISO saat ini 100 → ISO 50

Pertahankan aperture f/5.6 · shutter 1/125 dtk

-2 EV 2 stop lebih gelap
ISO 25
ISO saat ini 100 → ISO 25

Pertahankan aperture f/5.6 · shutter 1/125 dtk

Saran eksposur ekuivalen
Pertahankan ISO saat ini dan alat akan menyarankan kecepatan rana yang dibutuhkan ketika aperture berubah.

Tetapkan satu acuan lebih dulu, lalu bandingkan beberapa setelan yang menjaga terang tetap sama di sepanjang perubahan stop standar.

Aperture Kecepatan rana ISO Catatan
f/2 1/1,000 detik ISO 100 Buka aperture 3 stop dan percepat rana 3 stop
f/2.8 1/500 detik ISO 100 Buka aperture 2 stop dan percepat rana 2 stop
f/4 1/250 detik ISO 100 Buka aperture 1 stop dan percepat rana 1 stop
f/5.6 1/125 detik ISO 100 Nilai standar terdekat dengan setelan saat ini
f/8 1/60 detik ISO 100 Tutup aperture 1 stop dan perlambat rana 1 stop
f/11 1/30 detik ISO 100 Tutup aperture 2 stop dan perlambat rana 2 stop
f/16 1/15 detik ISO 100 Tutup aperture 3 stop dan perlambat rana 3 stop
Bagaimana EV berkaitan dengan terang adegan
    Alat ini menghitung hubungan antara kecepatan rana, aperture, dan ISO berdasarkan acuan EV adegan pada ISO 100. Dalam pemotretan nyata, hasil yang terlihat tetap bisa bergeser karena transmisi lensa (T-stop), noise sensor, kompensasi eksposur, dan ruang pengolahan akhir.

    Apa itu Kalkulator Segitiga Eksposur?

    Kalkulator Segitiga Eksposur membantu Anda menentukan nilai mana yang harus diubah lebih dulu di antara kecepatan rana, aperture, dan ISO, lalu memakai acuan kecerahan adegan saat ini (EV 100) untuk menghitung nilai yang tersisa. Di dalam segitiga eksposur, ketiga variabel saling memengaruhi, sehingga sangat membantu bila Anda bisa cepat membaca nilai mana yang perlu digeser dan seberapa jauh ketika terang adegan tetap.

    Alat ini melengkapi bagian yang tidak bisa ditentukan hanya dari dua nilai eksposur dengan menambahkan input EV adegan. Dengan begitu Anda bisa langsung melihat seberapa jauh ISO perlu naik, seberapa lambat rana masih bisa dipakai, atau seberapa lebar aperture harus dibuka ketika berpindah antara interior, suasana berawan, dan jalan malam. Jika Anda ingin meninjau dulu hubungan angka EV pada ISO 100, bandingkan juga dengan kalkulator nilai eksposur kamera (EV).

    Kapan alat ini berguna

    Keputusan pada segitiga eksposur adalah salah satu kompromi paling umum dalam pemotretan manual dan semi-otomatis. Untuk mencegah blur Anda membutuhkan kecepatan rana yang cukup, untuk menambah blur latar Anda sering memerlukan aperture yang lebih lebar, dan kekurangan cahaya biasanya ditutup dengan ISO. Alat ini dirancang untuk mengubah prioritas tersebut menjadi angka yang bisa dibandingkan dengan cepat.

    • Perencanaan Auto ISO – Saat Anda ingin menetapkan kecepatan rana dan aperture lebih dulu lalu melihat seberapa tinggi ISO mungkin harus naik
    • Mengunci kecepatan rana – Saat Anda menentukan kecepatan rana lebih dulu untuk potret atau olahraga lalu menghitung balik aperture atau ISO
    • Menyiapkan pemotretan dalam ruangan – Saat Anda butuh jawaban cepat apakah bukaan lensa dan batas ISO Anda cukup untuk cahaya dalam ruangan
    • Menyesuaikan perubahan adegan – Saat Anda perlu menata ulang setelan ketika berpindah antara luar ruang cerah, cahaya mendung, dan jalan malam
    • Mempelajari segitiga eksposur – Saat Anda ingin berlatih memahami bagaimana ISO dua kali lipat berkaitan dengan perubahan satu stop pada rana dan aperture

    Fitur utama

    Alat ini tidak hanya mengembalikan satu angka. Alat ini juga menunjukkan tingkat terang adegan yang tersirat dari setelan saat ini, lalu menyusun hasil, nilai standar kamera terdekat, saran eksposur ekuivalen, dan panduan EV adegan agar Anda lebih mudah berpindah dari perencanaan ke setelan kamera yang nyata.

    • Tiga mode perhitungan – Berpindah antara perhitungan ISO, rana, dan aperture pada satu layar
    • Input acuan EV adegan – Masukkan acuan kecerahan yang diperlukan untuk perhitungan segitiga eksposur atau muat contoh preset
    • Panduan nilai standar terdekat – Padankan hasil perhitungan dengan aperture, rana, dan ISO standar yang paling dekat
    • Saran eksposur ekuivalen per acuan – Pilih apakah ISO, rana, atau aperture yang ingin dipertahankan lalu bandingkan beberapa kombinasi dengan terang yang sama
    • Peringatan ISO tinggi dan eksposur panjang – Tambahkan panduan cepat saat ISO, kecepatan rana, atau aperture masuk ke rentang yang lebih ekstrem

    Cara menggunakannya

    Pilih dulu nilai yang ingin dicari, lalu masukkan dua nilai lainnya bersama EV adegan. Karena hasil langsung diperbarui, Anda bisa melihat seberapa besar nilai yang tersisa ikut berubah setiap kali salah satu bagian segitiga diubah. Setelah hasil utama muncul, ganti acuan eksposur ekuivalen untuk menentukan apa yang ingin Anda pertahankan saat memotret.

    1. Pilih mode perhitungan – Pilih ISO, rana, atau aperture sesuai nilai yang ingin Anda cari.
    2. Atur terang adegan – Masukkan nilai EV secara langsung atau muat preset yang paling mendekati adegan saat ini.
    3. Masukkan dua nilai lainnya – Gunakan angka f untuk aperture, detik untuk kecepatan rana, dan angka biasa untuk ISO.
    4. Periksa kartu hasil – Mulailah dari kartu paling atas untuk membaca nilai hasil, rumus, dan setelan standar terdekat.
    5. Bandingkan saran eksposur ekuivalen – Pilih mempertahankan ISO, rana, atau aperture lalu lihat beberapa kombinasi yang bisa langsung dipakai.

    Rumus dan catatan pembacaan

    Alat ini membaca EV adegan dengan hubungan EV = log₂(f² / t) – log₂(ISO / 100). Di sini f adalah aperture, t adalah kecepatan rana dalam detik, dan ISO adalah sensitivitas. Menahan EV adegan tetap berarti mempertahankan terang yang sama sambil hanya mengubah keseimbangan antara rana, aperture, dan ISO.

    Untuk menghitung ISO, gunakan ISO = 100 × f² / (t × 2^EV). Untuk menghitung kecepatan rana, gunakan t = 100 × f² / (ISO × 2^EV). Untuk menghitung aperture, gunakan f = √(t × ISO × 2^EV / 100). Misalnya jika Anda ingin mempertahankan f/5.6 di sekitar EV 12 pada siang berawan, Anda memerlukan sekitar ISO 100 pada 1/125 detik, dan jika naik ke 1/500 detik maka ISO juga harus ikut naik.

    Hal pentingnya adalah dua nilai dari kecepatan rana, aperture, dan ISO saja belum cukup untuk menentukan nilai ketiga. Tanpa acuan terang adegan, ISO atau rana yang dibutuhkan bisa berubah drastis tergantung apakah Anda berada di dalam atau luar ruangan. Karena itulah alat ini meminta EV adegan agar perhitungannya lebih dekat dengan keputusan pemotretan nyata.

    • Sekitar EV 15 – Adegan yang sangat terang seperti luar ruang cerah di tengah hari
    • Sekitar EV 12 – Cahaya luar ruang yang mendung, bayangan terbuka, atau area dekat jendela
    • Sekitar EV 8 – Pencahayaan dalam ruangan yang umum
    • Sekitar EV 2 – Jalan malam dan pemandangan luar ruang di malam hari

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Mengapa saya juga perlu memasukkan EV adegan?

    Dua nilai seperti kecepatan rana dan aperture, atau aperture dan ISO, belum cukup untuk menunjukkan seberapa terang adegannya, jadi nilai sisanya belum bisa dipastikan. ISO yang dibutuhkan untuk f/2.8 pada 1/60 detik bisa sangat berbeda antara ruangan terang dan jalan malam, sehingga menambahkan EV adeganlah yang membuat hasil ini berguna untuk pemotretan nyata.

    Bagaimana saya memasukkan EV adegan jika saya tidak mengetahuinya?

    Jika Anda tidak tahu EV pastinya, mulailah dengan preset yang paling dekat dengan adegan saat ini. Sebagai patokan cepat, gunakan sekitar EV 15 untuk cahaya siang yang cerah, EV 12 untuk luar ruang mendung, EV 8 untuk interior umum, dan EV 2 untuk jalan malam.

    Apa yang berubah saat saya menggandakan ISO?

    Berpindah dari ISO 100 ke 200 atau dari 400 ke 800 membuat eksposur lebih terang satu stop setiap kali. Jika EV adegan tetap sama, stop tambahan itu bisa ditukar menjadi rana satu stop lebih cepat atau aperture satu stop lebih sempit. Imbalannya, noise dan kehilangan rentang dinamis juga perlu diperhatikan.

    Bagaimana cara memasukkan 1/125 detik?

    Masukkan kecepatan rana dalam detik. Artinya 1/125 detik harus dimasukkan sebagai 0,008 dan 1/60 detik sebagai 0,0167. Kartu hasil dan tabel kombinasi akan menampilkan kembali notasi pecahan yang lebih familier agar lebih mudah dibaca.

    Mengapa hasil hitungan bisa sedikit berbeda dari setelan standar kamera?

    Setelan aperture dan rana yang tampil pada kamera adalah langkah kerja yang dibulatkan, bukan nilai logaritmik yang benar-benar presisi. Karena itu hasil matematisnya bisa sedikit berbeda dari setelan standar kamera, dan alat ini juga menampilkan aperture, rana, dan ISO standar terdekat agar Anda lebih cepat menerapkannya pada kamera sungguhan.

    Opini Anonim 1

    Komentar yang mengganggu pengguna lain atau mengulang pesan yang sama dapat disembunyikan atau dihapus sesuai pedoman moderasi kami.

    Sisa karakter: 120

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi pendapat.