Kalkulator PSI ke GPM

Masukkan tekanan (PSI) dan US K-factor untuk memperkirakan debit dalam GPM, L/min, dan L/s, lalu bandingkan hasilnya dengan titik tekanan yang umum dipakai.

Terakhir diperbarui: 2026/04/23

Kalkulator PSI ke GPM

Jika Anda mengetahui US K-factor pada nozzle, sprinkler, orifice, atau perangkat serupa, gunakan tekanan di titik alat dalam PSI untuk memperkirakan debit dalam GPM dengan cepat. Hasil metrik dalam L/min dan L/s juga ditampilkan agar lebih mudah dibaca di Indonesia.

Masukkan parameter perhitungan

Alat ini memakai rumus Q = K × √P. K adalah US K-factor (gpm/√psi), sedangkan P adalah tekanan pada titik alat dalam psi. Kehilangan tekanan pipa, pola semprotan nyata, kondisi instalasi, dan faktor koreksi pabrikan tidak dihitung otomatis.

PSI
gpm/√psi
Titik tekanan umum
K-factor yang sering dipakai

Kalkulator ini memperkirakan debit dari arah PSI → GPM. Jika lembar data Anda hanya menampilkan metric K-factor (L/min/√bar), jangan langsung memasukkan angka itu. Pastikan dulu US K-factor yang sepadan.

Perkiraan debit 39,6 GPM

K 5,6 × √50 PSI = 39,6 GPM

Tekanan input 50 PSI
K-factor 5,6
Liter per menit 149,9 L/min
Liter per detik 2,5 L/s

Perbandingan debit menurut tekanan

Dengan K-factor saat ini, grafik membandingkan perkiraan debit pada titik tekanan yang umum dipakai.

Tabel perkiraan debit menurut tekanan

Bandingkan input saat ini dan titik referensi umum dalam GPM dan L/min.
Jenis Tekanan Perkiraan debit Liter/menit
Input saat ini50 PSI39,6 GPM149,9 L/min
Referensi15 PSI21,69 GPM82,12 L/min
Referensi25 PSI28 GPM105,99 L/min
Referensi75 PSI48,5 GPM183,58 L/min

Poin cek cepat

  • Rumus inti: Q = K × √P (Q = GPM, K = US K-factor, P = PSI)
  • Jika tekanan naik 4×, debit naik 2×. Hubungan tekanan dan debit mengikuti akar kuadrat, bukan garis lurus.
  • Jika K-factor menjadi 2×, debit juga menjadi 2× pada tekanan yang sama.
  • Metric K-factor dan US K-factor tidak selalu memiliki angka yang sama. Alat ini mengharapkan US K-factor.
  • Untuk desain atau verifikasi akhir, periksa juga data sheet pabrikan, tekanan alat yang terukur, kehilangan tekanan pipa, dan kriteria instalasi.
Kalkulator ini adalah alat referensi cepat untuk memperkirakan debit saat K-factor alat sudah diketahui. Debit nyata dapat berubah karena model alat, kehilangan tekanan pipa, tekanan suplai, kondisi instalasi, dan persyaratan persetujuan, jadi pemeriksaan akhir tetap harus memakai data sheet pabrikan dan standar lapangan.

Apa itu kalkulator PSI ke GPM?

Kalkulator PSI ke GPM membantu Anda memperkirakan berapa debit yang dapat dihasilkan nozzle, sprinkler, orifice, atau perangkat serupa ketika tekanan kerja dan K-factor alat sudah diketahui. Alat seperti ini berguna saat membaca data sheet impor, membandingkan katalog pabrikan, atau membuat estimasi cepat di lapangan tanpa menghitung akar kuadrat secara manual.

Hal terpenting adalah bahwa ini bukan sekadar konversi satuan tekanan ke debit. Tekanan 50 PSI yang sama dapat menghasilkan GPM yang berbeda bila K-factor alatnya 5,6, 8,0, 11,2, atau nilai lain. Karena itu kalkulator ini selalu meminta tekanan + K-factor sebelum menampilkan estimasi debit.

Kapan alat ini berguna?

Hubungan antara tekanan dan debit sering muncul pada pekerjaan teknis, tetapi tidak selalu mudah dibayangkan di kepala. Karena debit berubah mengikuti akar kuadrat tekanan, tabel pembanding atau kalkulator seperti ini membuat keputusan awal jauh lebih cepat.

  • Membaca data sheet pabrikan luar negeri – Estimasi debit langsung dari K-factor dan titik tekanan yang tercantum
  • Membandingkan sprinkler atau nozzle – Lihat bagaimana perubahan K-factor memengaruhi debit pada tekanan yang sama
  • Catatan teknisi lapangan – Buat estimasi kasar setelah tekanan di titik alat diukur
  • Pelatihan dan pembelajaran – Memahami perilaku rumus Q = K × √P dengan angka nyata
  • Menyambungkan referensi US dan metrik – Baca GPM sambil tetap memeriksa L/min dan L/s yang lebih familier

Fitur utama

Setelah tekanan dan K-factor dimasukkan, alat ini menampilkan estimasi utama lebih dulu di kartu hasil teratas, lalu merapikan konversi liter dan perbandingan antar tekanan di bagian bawah. Dengan begitu, Anda tidak hanya membaca satu angka, tetapi juga langsung melihat posisi hasil saat ini dibanding beberapa tekanan referensi yang umum.

  • Perhitungan PSI + K-factor secara langsung – Perkirakan debit GPM dengan US K-factor
  • Konversi liter ikut ditampilkan – GPM, L/min, dan L/s tampil bersama
  • Preset tekanan dan K-factor – Muat titik input umum dengan sekali klik
  • Grafik perbandingan tekanan – Lihat perubahan debit saat tekanan bergeser
  • Tabel plus penjelasan – Data tabel, rumus, catatan satuan, dan FAQ ada dalam satu halaman

Cara memakai

Mulailah dengan memasukkan US K-factor perangkat Anda dan tekanan target atau tekanan terukur dalam PSI. Setelah Anda menekan Hitung, alat ini menampilkan estimasi debit dalam GPM di kartu hasil teratas, lalu membantu Anda memeriksa konversi liter dan tabel perbandingan tekanan di bawahnya.

  1. Masukkan tekanan: isi tekanan pada titik alat dalam PSI.
  2. Masukkan K-factor: cek data sheet alat dan gunakan US K-factor yang sesuai.
  3. Jalankan perhitungan: klik Hitung untuk menampilkan estimasi debit saat ini.
  4. Baca hasil utama: lihat GPM terlebih dahulu, lalu periksa L/min dan L/s pada kartu hasil.
  5. Baca perbandingan: gunakan grafik dan tabel untuk melihat perubahan debit saat tekanan berubah.

Jika data sheet pabrikan hanya mencantumkan metric K-factor, lebih aman untuk memastikan pasangan US K-factor-nya terlebih dahulu sebelum memasukkan nilainya di sini. Kalkulator ini dirancang khusus untuk input US K-factor.

Detail kalkulator PSI ke GPM (rumus dan cara membaca)

Diperiksa pada: 2026-03-12
Sumber referensi: data teknis Viking Group, NIST Guide to the SI Appendix B conversion factors.

Rumus dasar yang dipakai di sini adalah Q = K × √P. Dalam rumus tersebut, Q adalah debit dalam gallons per minute (GPM), K adalah US K-factor alat, dan P adalah tekanan psi pada titik alat. Artinya, tekanan saja tidak cukup untuk menentukan debit. Anda juga harus mengetahui K-factor alatnya.

Hubungan antara tekanan dan debit tidak linear. Hubungan ini mengikuti akar kuadrat. Sebagai contoh, jika tekanan naik dari 25 psi ke 100 psi sementara K tetap sama, tekanan menjadi 4 kali lebih tinggi tetapi debit hanya menjadi 2 kali lebih tinggi. Sebaliknya, jika K-factor menjadi dua kali lebih besar, debit juga menjadi dua kali lebih besar pada tekanan yang sama. Itulah sebabnya K dan P harus selalu dibaca bersama.

Misalnya, jika K = 5,6 dan P = 50 psi, maka Q = 5,6 × √50 ≈ 39,6 GPM. Nilai itu kira-kira setara 149,9 L/min, atau sekitar 2,5 L/s. Ini sangat membantu untuk perbandingan cepat, tetapi desain akhir, commissioning, dan verifikasi tetap harus mempertimbangkan batas tekanan alat, pola semprotan, kehilangan tekanan pipa, dan tekanan sisa nyata di titik alat.

Banyak dokumen pabrikan menampilkan metric K-factor (L/min/√bar) dan US K-factor (gpm/√psi) secara terpisah. Walaupun angkanya tampak mirip, keduanya tidak bisa dipertukarkan begitu saja. Pastikan nilai K yang dimasukkan ke kalkulator ini benar-benar merupakan US K-factor. Untuk keputusan akhir, gunakan data sheet dan kriteria instalasi resmi dari model alat yang sedang Anda cek.

  • K 5,6 pada 25 psi: 5,6 × √25 = 28,0 GPM
  • K 5,6 pada 100 psi: 5,6 × √100 = 56,0 GPM
  • Tekanan 25 → 100 psi: tekanan menjadi 4×, debit menjadi 2×
  • K 5,6 → K 11,2: debit menjadi dua kali lipat pada tekanan yang sama

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisakah PSI langsung dikonversi menjadi GPM?

Tidak. PSI tidak bisa diubah menjadi GPM sendirian karena debit juga bergantung pada K-factor alat. Tekanan yang sama bisa menghasilkan debit yang berbeda pada alat yang berbeda.

Rumus apa yang dipakai kalkulator ini?

Kalkulator ini memakai rumus Q = K × √P, di mana Q adalah GPM, K adalah US K-factor, dan P adalah PSI. Jika K-factor berubah, estimasi debit juga ikut berubah.

Jika tekanan menjadi dua kali lipat, apakah debit juga menjadi dua kali lipat?

Tidak. Karena rumus memakai akar kuadrat tekanan, hubungannya tidak linear. Debit menjadi dua kali lipat saat tekanan menjadi empat kali lebih tinggi, dan debit menjadi tiga kali lipat saat tekanan menjadi sembilan kali lebih tinggi.

Di mana saya bisa menemukan K-factor?

Biasanya K-factor tercantum pada data sheet pabrikan atau katalog produk. Bahkan dalam keluarga alat yang sama, model yang berbeda bisa memakai K-factor yang berbeda, jadi periksa model persis yang Anda gunakan.

Bolehkah saya langsung memasukkan metric K-factor?

Tidak disarankan. Kalkulator ini mengharapkan US K-factor dalam gpm/√psi. Jika sumber Anda hanya menampilkan metric K-factor dalam L/min/√bar, konfirmasikan dulu pasangan US K-factor yang tepat sebelum menggunakan alat ini.

Bisakah hasil ini dipakai langsung sebagai nilai desain?

Gunakan hasil ini untuk pengecekan cepat dan perbandingan awal, bukan sebagai satu-satunya dasar desain final. Untuk desain, persetujuan, commissioning, atau inspeksi, verifikasi lagi hasilnya dengan data sheet model yang tepat, tekanan sisa terukur, kehilangan tekanan pipa, dan kriteria instalasi.

Opini Anonim 1

Komentar yang mengganggu pengguna lain atau mengulang pesan yang sama dapat disembunyikan atau dihapus sesuai pedoman moderasi kami.

Sisa karakter: 120

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi pendapat.