Kecepatan putar yang dibutuhkan
Diameter 100 mm membutuhkan sekitar 95,49 RPM untuk menghasilkan 30 m/min.
Hitung RPM dari diameter dan kecepatan permukaan atau potong, lalu ubah ke Hz, rad/s, waktu per putaran, m/min, dan km/h.
Konversi kecepatan putar, kecepatan permukaan, dan kecepatan potong
Hitung RPM dari diameter dan kecepatan permukaan atau kecepatan potong, lalu ubah RPM ke Hz, rad/s, waktu per putaran, dan kecepatan permukaan dalam satu halaman.
Jarak yang ditempuh permukaan sabuk, rol, atau roda dalam satu menit.
Masukkan RPM motor, spindel, atau roda untuk menghitung kecepatan permukaan.
Diameter 100 mm membutuhkan sekitar 95,49 RPM untuk menghasilkan 30 m/min.
RPM ÷ 60
RPM × 2π ÷ 60
60000 ÷ RPM
1.800 km/h
RPM = kecepatan permukaan ÷ (π × diameter)30 ÷ (π × 0,1) = 95,49 RPM| RPM | 95.49 RPM | Putaran per menit |
|---|---|---|
| Hz / RPS | 1.592 Hz | Putaran per detik |
| rad/s | 10.000 rad/s | Kecepatan sudut |
| Periode | 628.32 ms | Waktu per putaran |
| Kecepatan permukaan | 30.00 m/min | 1.800 km/h |
| Keliling | 314,16 mm | π × diameter |
Kalkulator ini memberikan konversi geometris. RPM pemesinan, RPM ban aktual, dan kecepatan transfer sabuk mungkin perlu disesuaikan menurut material, beban, selip, rekomendasi produsen pahat, dan batas mesin.
Kalkulator RPM menghitung berapa kali sebuah benda berputar dalam satu menit. Jika diameter dan kecepatan permukaan diketahui, alat ini menghitung putaran per menit yang dibutuhkan. Jika RPM dan diameter diketahui, alat ini menghitung seberapa cepat permukaan roda, rol, atau puli bergerak. Hubungan dasarnya adalah RPM = kecepatan permukaan ÷ keliling, dan keliling adalah π × diameter.
Alat ini mendukung perhitungan kecepatan permukaan umum dan rumus RPM dari kecepatan potong yang digunakan pada pemesinan. Hasilnya tidak hanya menampilkan RPM, tetapi juga Hz, rad/s, waktu per putaran, m/min, km/h, dan keliling sehingga berguna untuk memeriksa motor, roda, rol, dan pengaturan spindel CNC.
RPM sering muncul pada spesifikasi motor, tabel pemesinan, perhitungan ban, dan kecepatan rol konveyor. Dalam praktiknya, satuan RPM, kecepatan permukaan, dan diameter sering bercampur sehingga perhitungan cepat mudah keliru. Kalkulator ini menormalkan satuan tersebut dan merangkum kecepatan putar serta kecepatan permukaan yang dibutuhkan.
Alat ini memiliki tiga mode: kecepatan permukaan ke RPM, kecepatan potong ke RPM, dan RPM ke kecepatan permukaan. Satuan diameter mencakup mm, cm, m, dan inch, sedangkan satuan kecepatan mencakup m/min, m/s, km/h, mm/s, dan ft/min. Contoh cepat memuat skenario rol, roda, pahat, dan puli yang umum digunakan.
Pilih mode perhitungan, lalu masukkan diameter. Untuk menghitung RPM dari kecepatan permukaan atau kecepatan potong, masukkan nilai dan satuan kecepatan. Untuk mode RPM ke kecepatan permukaan, kolom RPM akan muncul dan kartu hasil serta tabel konversi diperbarui saat Anda mengetik.
Jarak yang ditempuh permukaan dalam satu putaran adalah keliling. Ubah diameter ke meter, lalu keliling adalah π × diameter(m). Dengan kecepatan permukaan dalam m/min, rumusnya adalah RPM = kecepatan permukaan(m/min) ÷ keliling(m). Misalnya, rol 100 mm memiliki keliling sekitar 0,314 m, sehingga 30 m/min membutuhkan sekitar 95,49 RPM.
RPM dari kecepatan potong memakai prinsip yang sama. Jika diameter pahat atau benda kerja dimasukkan dalam mm dan kecepatan potong dalam m/min, rumus umum adalah RPM = 1000 × kecepatan potong ÷ (π × diameter mm). Faktor 1000 berasal dari konversi milimeter ke meter. Pengaturan pemesinan nyata tetap perlu disesuaikan dengan material, coating, jumlah mata potong, coolant, dan kekakuan mesin, jadi periksa rekomendasi produsen pahat.
Untuk mengubah RPM ke satuan putaran lain, gunakan Hz = RPM ÷ 60, rad/s = RPM × 2π ÷ 60, dan waktu per putaran(ms) = 60000 ÷ RPM. Untuk konversi kecepatan umum, gunakan konverter kecepatan; untuk frekuensi dan periode, gunakan rumus yang ditampilkan dalam tabel ini.
RPM berarti putaran per menit. Nilai ini menunjukkan berapa kali benda berputar dalam satu menit. 1200 RPM berarti 1200 putaran per menit, atau 20 putaran per detik.
Gunakan RPM = kecepatan permukaan ÷ (π × diameter) setelah kecepatan permukaan diubah ke m/min dan diameter ke meter. Diameter yang lebih kecil membutuhkan RPM lebih tinggi untuk menghasilkan kecepatan permukaan yang sama.
Rumus kecepatan potong sering memakai kecepatan dalam m/min dan diameter dalam mm. Setelah konversi mm ke meter digabungkan, rumusnya menjadi RPM = 1000 × Vc ÷ (π × D).
Bagi RPM dengan 60 untuk mendapatkan Hz atau RPS. Contohnya, 1800 RPM sama dengan 30 Hz. Kalikan Hz dengan 60 untuk kembali ke RPM.
Bisa. Masukkan diameter ban atau roda aktual dan kecepatan kendaraan untuk menghitung RPM roda ideal. Deformasi ban, tekanan, keausan, dan selip jalan dapat membuat pembacaan sensor berbeda dari hasil hitung.
Nilai yang dihitung hanya mencerminkan diameter dan kecepatan potong. Pemesinan nyata juga dipengaruhi material, jumlah mata potong, feed rate, kekakuan mesin, coolant, pelindung, dan instruksi kerja, jadi mulai secara konservatif dalam rentang rekomendasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi pendapat.